URGENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BAGI MAHASISWA DI TENGAH ARUS GLOBALISASI
Pendidikan
kewarganegaraan itu penting, hal ini dikarenakan pendidikan kewarganegaraan merupakan suatu hal mendasar
yang akan membawa individu untuk mengetahui nilai nilai, peranan sistem, aturan
dan segala sesuatu yang berkaitan dengan kemasyarakatan dan kenegaraan. Dengan
pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan agar para generasi muda dapat menjadi
pribadi yang berbudi luhur, bertanggung jawab, bermoral dan menjadi warga
negara yang baik. Pendidikan ini penting untuk generasi muda agar menjadi
pribadi yang lebih kritis mengenai isu nasional dan internasional, bertoleransi
tinggi, menjadi pribadi yang cinta damai dengan memahami demokrasi, sehingga
tujuan demokrasi pancasila bisa terwujud, menjadi generasi yang ikut
berpatrisipasi dalam kehidupan politik lokal, nasional dan internasional dengan
begitu peran generasi muda sebagai agent of change yang bisa mendorong
perubahan sosial dan ekonomi secara terencana dapat tercapai. Dengan begitu,
generasi muda bisa menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki toleransi yang
tinggi terhadap adat, suku, budaya yang plural dan majemuk. Sebagai bidang yang
multidispliner bahwa pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan demokrasi,
pendidikan karakter bangsa, pendidikan nilai dan moral, pendidikan bela negara,
pendidikan politik, dan pendidikan hukum .
Warga
negara yang memiliki pengetahuan dan sikap kewarganegaraan akan menjadi warga
negara yang percaya diri (civic confidence), warga negara yang memiliki
pengetahuan dan keterampilan kewarganegaraan akan menjadi warga negara yang
mampu (civic competence), warga negara yang memiliki sikap dan keterampilan
kewarganegaraan akan menjadi warga negara yang komitmen (civic commitment)
sehingga warga negara atau peserta didik yang memiliki pengetahuan, sikap dan
keterampilan kewarganegaraan akan menjadi warga negara smart dan good
citizenship. Konsep warga negara yang baik dan cerdas (smart and good
citizenship) adalah menjadi indikator dari pandangan hidup dan sistem politik
negara yang bersangkutan (Winarno, dalam
Hasni, 2021: 92) Dalam era global saat ini dengan persaingan ilmu pengetahuan
dan teknologi, pendidikan nilai melalui materi Pendidikan kewarganegaran sangat
diperlukan untuk menangkal kesemrawutan krisis multi dimensional.
Manusia
khususnya generasi muda memerlukan kematangan moral dan intelektual, kecerdasan
intelektual dalam mengkitisi berbagai wacana pemikiran yang muncul di kalangan
publik, Kematangan emosional untuk dapat hidup kooperatif sekaligus kompetitif
yang didasarkan atas jalinan sosial yang harmonis dan kematangan spiritual
sebagai perwujudan ikatan transedental antara dirinya dengan Tuhan Yang Maha
Esa. Pendidikan Kewarganegaraan mempunyai kedudukan dan peran yang penting
dalam pembangunan bangsa dan karakter, sehingga besar tanggung jawab yang
dimiliki dalam mennggapai tujuan nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa
Indonesia.
Pendidikan
Kewarganegaraan menjadi hal yang dasar yang dapat membawa siswanya memahami
berbagai aturan, nilai-nilai, sistem, peranan dan yang berhubungan dengan
kemasyarakatan serta kenegaraan. Sebenarnya peran dalam pembentukan karakter
tidak hanya tugas dari pendidikan Pendidikan Kewarganegaraan saja, tetapi
mengingat Pendidikan Kewarganegaraan merupakan pendidikan moral bangsa sehingga
mempunyai tanggung jawab yang besar. Walaupun pengembangan ini dapat dipelajari
tanpa harus melalui Pendidikan Kewarganegaraan, lebih baik jika pendidikan ini
dimanfaatkan guna mengembangkan diri seluas-luasnya karena jika memiliki rasa
kebangsaan yang tinggi, maka tidak akan mudah terpengaruh terhadap janji-janji
kejayaan yang hanya sementara, budaya-budaya asing yang datang selain dari
Indonesia, dan dapat lebih mengahargai serta mempunyai rasa kebanggaan terhadap
bangsa, budaya, dan nilai-nilai yang terdapat di Indonesia (Siti, 2021: 220) Pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan yang diterapkan melalui perencanaan yang baik, pelaksanaan pembelajaran
berdasarkan tujuan pendidikan, dan adanya evaluasi sebagai pemantauan
pembelajaran, maka tujuan dari Pendidikan Kewarganegaraan dapat dicapai dengan
baik. Tantangan sangat besar yang harus dijawab oleh setiap Perguruan Tinggi di
masa depan adalah bagaimana misinya itu harus dirumuskan dan didefinisikan
kembali dalam bentuknya yang lebih kontekstual untuk menghadapi tekanan
perubahan perubahan global yang semakin keras saat ini dan di masa depan.
Komentar
Posting Komentar